Kajian Ontologis Pendidikan Islam Tentang Rekonstruksi Budaya Mali Siparappe Tallang Sipahua Dalam Membangun Masyarakat Madani Di era Modern
Abstract
Artikel ini berbasis pada penelitian kepustakaan dengan pendekatan kualitatif filosofis-ontologis yang bertujuan mengkaji hakikat keberadaan pendidikan Islam yang berbasis pada ajaran Al-Qur'an dan Sunnah dalam merekonstruksi nilai-nilai budaya Mali Siparappe Tallang Sipahua. Hal ini bertujuan untuk membentuk karakter dan pengetahuan generasi muda dalam menghadapi berbagai perubahan sosial, teknologi, dan globalisasi serta membantu masyarakat dalam memahami nilai-nilai budaya lokal yang mengandung kebijaksanaan dan sumber moralitas di tengah tekanan eksternal untuk menjawab berbagai tantangan kehidupan modern. Bagi masyarakat Nilai budaya Mali Siparappe, Tallang Sipahua yang berakar dalam budaya tolong-menolong dan solidaritas sosial yang kuat sesungguhnya merupakan ungkapan yang mencerminkan nilai kebersamaan, empati dan tanggung jawab bersama dalam menghadapi kesulitan sosial.Keberadaan budaya ini sangat berguna dalam mewujudkan masyarakat civil society yang dalam konsep islam disebut dengan masyarakat madani sebuah masyarakat yang beradab memiliki sikap toleran, menghargai pendapat, serta dibangun di atas landasan, motivasi, dan etos kebangsaan dan keagamaan. masyarakat yang beradab, yang memiliki sikap toleran, menghargai pendapat, memliki nilai agama, sosial dan kebangsaan.
