Pesantren Membuka Jalan Kesunyian Bagi Santri Penyandang Disabilitas Sensorik Rungu Wicara Di Indonesia
Keywords:
Pesantren, Santri, Penyandang DisabilitasAbstract
Menjadi seorang dengan penyandang disabilitas sensorik rungu wicara tidak menghilangkan haknya untuk menuntut ilmu agama Islam disejumlah lembaga pendidikan Islam khususnya lembaga pendidikan Pesantren. Namun tidak seluruh pesantren menerima santri dengan penyandang disabilitas sensorik rungu wicara dapat menuntut ilmu agama di pesantren, permasalahan sumber daya manusia serta aksesbiltas menjadikan mereka tidak dapat menuntut ilmu agama di pesantren. Hal tersebut menjadikan individu/sekolompok orang menaruh perhatian khusus sehingga mendirikan pesantren khusus bagi penyandang disabilitas sensorik rungu wicara. Kajian ini bersifat deskriptif- kualitatif dengan yang didasarkan pada beberapa pesantren khusus santri dengan penyandang disabilitas sensorik rungu wicara. Kajian ini menunjukkan di Indonesia terdapat pesantren khusus santri dengan penyandang disabilitas sensorik rungu wicara: Pesantren Abata Manding Temanggung, pesantren Al- Jamhariah Yogyakarta, dan Pesantren Darul Ashom Yogyakarta.
