NILAI-NILAI SUFISTIK DALAM PENGUATAN PROFIL PELAJAR RAHMATAN LIL ‘ALAMIN PADA KURIKULUM MERDEKADI PONDOK PESANTREN
Keywords:
Nilai-Nilai Sufistik, Profil Pelajar Rahmatan Lil ‘Alamin, Kurikulum Merdeka, Pondok PesantrenAbstract
Signifikansi peran tasawuf dengan metode intuisinya menjadikan etika sebagai latihan jiwa. Maka perjalanan bertasawuf paling utama selalu dimulai dengan taubat, diiringi wara’, zuhud, dan faqr. Di Pesantren, para santri dibimbing dan dilatih agar memiliki nilai-nilai tersebut melalui serangkaian ibadah dan mujahadah. Nilai-nilai sufistik juga relevan dengan tema-tema yang terdapat pada Proyek Penguatan Profil Pelajar Rahmatan lil ‘alamin. Peneliti memaparkan pembahasan tentang bagaimana nilai-nilai sufistik di pondok pesantren relevan dengan tema-tema dalam Penguatan Profil Pelajar Rahmatan lil ‘alamin dan bagaimana itu berkontribusi terhadap penguatan karakter santri di pondok pesantren Misbahul Munir dan Darul Ilmi Banjarbaru. Penulis menggunakan metode deskriptif kualitatif dan teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian, nilai-nilai keimanan kepada Allah, konsistensi pelaksanaan syariah, akhlak karimah, penghormatan kepada ilmu dan ulama, kemandirian dan tanggung jawab, kerja sama dan toleransi, kesederhanaan dan rendah hati, keberanian dan kepercayaan diri, kebersamaan dan pengabdian, kreativitas dan inovasi, serta adab-adab berprilaku pada tema-tema Profil Pelajar Rahmatan lil ‘alamin relevan dan terangkum dalam sistem tata nilai sufistik di pesantren, seperti nilai-nilai taubat, wara’, zuhud, faqr, sabar, tawakkal dan ridha. Nilai-nilai tersebut di atas berkontribusi besar bagi penguatan nilai-nilai karakter bangsa.
